Ribuan Lampion Hiasi Jalan Kota Pakning

SUNGAIPAKNING - Kemeriahan perayaan Imlek tahun ini mulai dirasakan warga tionghoa di Kota pakning Kecamatan Bukit Batu. Pernak pernik Imlek seperti lampion yang didominasi warna merah, menjadi pemandangan yang indah di sepanjang jalan dan toko juga rumah warga Tionghoa di sepanjang jalan utama Kota Pakning.

Seperti yang dikatakan salah seorang masyarakat tionghoa yang juga ketua pelaksana pemasangan lampu lampion Pakning, Ateng, Sabtu (14/2/2015).

"Penyambutan imlek tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini kita menambahkan pemasangan lampu lampion sepanjang Jalan, mulai dari RK Vsampai dengan Pasar Lama Sungai Pakning. Dan semua ini juga terlaksana atas sumbangsih warga-warga tionghoa setempat yg mau ikut memberikan bantuan dana dan tenaga nya," jelas Ateng.

Dikatakan Ateng keberadaan lampion sudah lebih modern dan maju tahun ini, sehingga di dalamnya sudah bisa ditaruh lampu dan bertahan lama, karena terbuat dari plastik kara. "Lampion merupakan ciri khas masyarakat tionghoa saat akan menyambut perayaan Imlek," ungkapnya.

Lanjutnya, pemasangan lampion ini tidak bisa dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Lampion menjadi semacam atribut budaya yang menandai peralihan tahun dalam penanggalan Tionghoa. Perayaan Imlek tidak akan terasa meriah tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut jalan, kelenteng, dan rumah-rumah warga peranakan Tionghoa.

"Menurut sejarah, tradisi memasang lampion sudah ada di daratan Cina sejak era Dinasti Xi Han, sekitar abad ke-3 masehi. Munculnya lampion hampir bersamaan dengan dikenalnya tehnik pembuatan kertas. Lampion pada masa-masa awal memang diduga telah menggunakan bahan kertas, selain juga kulit hewan dan kain. Lampion mulai diidentikkan sebagai simbol perayaan Tahun Baru dalam penanggalan Tionghoa pada masa Dinasti Ming," ungkapnya.

Selain warga tionghoa, warga Pakning juga mengapresiasikan kegiatan ini, karena menjadikan kota Pakning lebih meriah dan lebih indah.

Seperti yang diungkapkan Ketua Pemuda Pancasila kecamatan Bukit Batu, Asep Setiawan.

"Kemeriahan perayaan hari besar keagamaan ini menunjukkan adanya keberagaman suku dan agama yang ada di Kecamatan Bukit Batu. Saat umat islam menyambut idul fitri, lampu lampu colok akan menghiasi sepanjang jalan, begitu juga saat imlek tiba lampu lampu lampion juga menghiasi jalan. Perayaan seperti ini diharapkan dapat lebih meningkatkan Persatuan,sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama," jelasnya.

Tidak ada komentar

Terima Kasih anda telah berkunjung di PAKNING BERTUAH.