Olah Buah Nipah, Bengkalis Siap Bangun Dua Pabrik Bahan Bakar Bio Etanol

BUKIT BATU– Satu lagi impian membangun sebuah industri bahan bakar secara alami yaitu Biofel Etanol, akan dikembangkan di daerah Kabupaten Bengkalis pada tahun 2011 ini. Melalui Pemerintah setempat, segera membangun dua pabrik bahan bakar dari baku Nipah di Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Bantan. Pembangunan dua pabrik tersebut direncanakan bersumber dari dana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

“Insya Allah tahun ini kita segera membangun pabrik biofeul etanol dari nipah. Kita sudah mendapat bantuan dana dari pusat Rp 6 miliar. Mudah-mudahan dengan dana tersebut kita dapat merealisasikan pembangunan pada pada tahun ini,” ungkap Bupati Bengkalis Herliyan Saleh di sela-sela menyaksikan peragaan penggunaan kompor berbahan bakar Biofeul Etanol yang dilakukan Sekretaris Balitbangtik Bengkalis, Syofian Hadi, Jum’at (18/11/11) seperti dikutip dari release Humas Pemkab Bengkalis, Ahad (20/11/11).

Dipaparkan Herliyan, sejumlah kawasan di Kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar akan kecukupan bahan baku pohon Nipah. Khususnya di Kecamatan Siak Kecil di sepanjang aliran Sungai Siput dan beberapa tempat lainnya, tumbuh secara alami pohon Nipah. Ke depan potensi tersebut akan digali menjadi barang bernilai ekonomis.

“Kita punya potensi besar. Jika pabrik nipah ini sudah dibangun tentu akan berdampak ekonomis terhadap masyarakat,” kata Herliyan lagi.

Sementara itu, saat demontrasi penggunaan kompor berbahan bakar Biofeul Etanol, Sekretaris Balitbangtik, Syofian Hadi, menjelaskan, bahwa pabrik pengelolahan Nipah menjadi Biofuel Etanol bisa menghasilkan 2.000 liter per hari. Balitbang berupaya akan bekerja sama dengan pihak kecamatan maupun desa, membuat kelompok kerja petani Nira Nipah.

“Kita akan memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang pemanfaatan Nipah ini,” ungkapnya.

Syofian Hadi juga yakin bahwa potensi yang ada di di sejumlah daerah mampu memenuhi kebutuhan pabrik. Hanya tinggal bagaimana mengkoordinir kelompok-kelompok kerja untuk menghasilkan nipah yang ada. Untuk menghasilkan Nira Nipah berkualitas bagus, diperlukan waktu antara 20 hingga 25 hari. Selama rentang waktu itu, tandan Nipah harus dirawat dengan baik, kemudian disadap untuk diambil Niranya. Begitu sampai 25 hari, setiap hari Nipah akan mengeluarkan Nira.***(dik_RT.C)


Sumber : bengkalis.go.id

4 komentar:

  1. waaah dari pakning ye?
    salam kenal dari pekanbaru
    ayo semangat ngeblog

    BalasHapus
  2. salam kenal kembali bang. hanya sebagai pemula blog

    BalasHapus
  3. wah mantaappppp,..semoga kedepannya program ini bisa mensejahterakan masyarakat,...

    BalasHapus
  4. kok aku pesimis ya, yang sudah melewati penelitan panjang seperti sawit, jarak, tebu aja belum bisa dikomersilkan apalagi nipah, atau untuk memperkaya oknum pejabat daerah aja dgn modus pembangunan

    BalasHapus

Terima Kasih anda telah berkunjung di PAKNING BERTUAH.